Home » Blog » Madu untuk diabetes dan hiperkolesterolemia


pembayaran
Pengiriman
Madu Alpukat 30kg
Rp 63000/kg untuk Vitalitas
Details
Madu Propolis Platinum 720gr
Rp 188.000 Paling Bagus
Details
Madu Kopi 500gr
Rp 47.500 Obati Susah Tidur
Details

Diabetes

Dalam The Jurnal of Medical Food tahun 2004, Waili NS melaporkan penelitian tentang efek madu  terhadap glukosa plasma, C-creative protein (CRP), dan lipid darah pada orang yang sehat, pasien diabetes dan orang yang kelebihan lipid.

Diabetes mellitus terjadi karena adanya gangguan pada pankreas yang menghasilkan insulin. Padahal insulin dibutuhkan untuk memasukkan glukosa darah ke dalam sel. Dengan keadaan ini maka kadar glukosa darah orang diabetes sangat tinggi.

Penelitian oleh Waili dan kawan-kawan tersebut menunjukkan beberapa hasil. Pertama, pada orang sehat, ternyata gula biasa (dekstrose) meningkatkan kadar glukosa plasma 52% pada satu jam pertama dan 3% pada dua jam, sedangkan madu asli meningkatkan kadar glukosa plasma 14% pada satu jam pertama dan 10% pada dua jam. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa madu hanya meningkatkan sedikit kadar gula darah dibandingkan gula lainnya. Kedua, gula biasa dan madu buatan juga meningkatkan kadar trigliserida, sedangkan madu asli menurunkan trigliserida, sedang madu asli menurunkan trigliserida dan meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL).  Ketiga, madu yang dikonsumsi selama 25 hari ternyata menurunkan kolesterol total dan kolesterol jahat (LDL), serta meningkatkan kolesterol baik.

Pada pasien diabetes, madu asli dapat menurunkan kolesterol total, LDL, dan CRP. Madu dapat dijadikan alternatif pemanis karena selain  lebih baik metabolismenya, juga dapat meningkatkan kadar insulin dibandingkan sukrosa.

Dari penelitian tersebut, terlihat bahwa madu asli dapat mengurangi kadar glukosa dan mengurangi resiko penyakit jantung pada pasien diabetes, sehingga menggantikan pemanis dengan madu yang tidak dipanaskan memberikan banyak keuntungan.

Madu kaya dengan peptida dan karbohidrat kompleks yang membutuhkan proses enzimatik agar dapat dibakar sebagai energi. Ini membuat madu menjadi sejenis gula yang “lambat dibakar” atau memiliki indeks glikemik rendah hingga tidak memberatkan kerja insulin. Namun, tiap madu ternyata memiliki variasi indeks glikemik yang cukup besar sehingga perlu diperhatikan jenis madu apa yang paling cocok untuk diabetes dan gangguan kelesterol.

Madu Multi Flora 30kg
Rp 61000/kg Mengobati Maagh
Details
Madu Randu 30kg
Rp 61.000/kg Aromanya Segar-Wangi
Details
Madu Alpukat 7kg
Rp 66000/kg Untuk Vitalitas
Details
Madu Kelengkeng 500gr
Rp 56.000 Tuk Ke- cerdasan Otak
Details
Madu Kelengkeng 1kg
Rp 106000 Obati Radang Ginjal
Details
Madu Multi Flora 7kg
Rp 64000/kg Untuk Stamina
Details